Super Junior in The Dreamland (1)

dreamland

Karena cintaku untuk mereka tak terbendung.

0

“Aku hanya perlu sedikit lagi air mata untuk membuat semuanya menjadi kenyataan.” Ujar seorang gadis cantik berambut kemerahan itu dengan lembut lebih kepada dirinya sendiri. Senyum kepuasan terbentuk di bibir tipisnya ketika menutup sebuah botol kaca kecil di tangannya yang dipenuhi ukiran-ukiran indah dan cantik. Jari-jari tangan lentiknya mengusap kepala si bocah yang masih sesenggukan meskipun telah menggenggam semangkuk penuh manisan gula. Gaun biru tua yang  dipakainya menyapu dedaunan di tanah yang telah berguguran. Suasana di musim gugur semakin memperjelas rona kecantikannya ketika dia menoleh dan membalas pandangan aneh si bocah laki-laki itu dengan kedua matanya yang memancarkan kesejukan.

“Iya. Aku juga merasa semangkuk manisan gula itu tidak akan cukup untuk membayar air matamu yang sangat berharga ini. Tapi percayalah, aku akan membayarnya dengan lebih di masa depan, oppa.” Sebuah senyuman hangat menjadi penutup pertemuan di penghujung musim gugur itu. Senyum yang menggetarkan hati bocah tampan yang menggenggam erat semangkuk manisan gulanya. Senyum yang perlahan menghilang bersama memudarnya gadis cantik jelita di hadapannya. Tangannya tersentak ke depan dengan cepat. Namun, tidak ada apa-apa di sana. Dia hanya menggenggam udara yang hampa. Dia menatap manisan gula di tangannya bingung

“Aku belum mengucapkan terima kasih, nuna. . .”

===

“Hooaamm” sekali lagi Sungmin menguap. Kakinya meronta-ronta membuat tempat tidurnya yang berantakan semakin berantakan lagi. Dia masih merasa malas untuk bangun. Untunglah, Shindong yang sedari tadi mengganggunya sudah enyah. Dia tertawa dalam hati. Tidak akan ada lagi yang mengganggu tidur nyenyaknya di pagi hari. Dia terus melanjutkan mimpi indahnya, meskipun dia tahu akan ada jadwal siang nanti. Paling-paling, nanti mereka akan berangkat dengan diiringi nyanyian kemarahan dari sang manajer. Siapa sangka bahwa personel super junior terimut seperti dirinya bisa menjadi sangat pemalas di penghujung musim gugur yang sangat dingin seperti ini.
Sungmin menggerser posisi tubuhnya ke tepi tempat tidur dan menengkurapkan badannya sehingga bisa lebih mudah mengambil ponsel yang terhempas jauh dari tempat tidurnya. Alarm nya terus menyala dan itu sangat mengganggu. Kekesalannya memuncak karena ternyata tangannya tidak cukup panjang untuk meraih ponsel yang terletak begitu jauh. Ditengah-tengah omelan kekesalannya dan nada-nada ribut yang dilontarkan ponselnya, Sungmin merasa tangannya yang sedang bergerak-gerak menjadi lebih ringan dan semakin ringan. Dia memaksakan matanya yang lengket untuk terbuka karna dia merasa seluruh tubuhnya menjadi hampa seperti udara. Dan hal terakhir yang dilakukannya adalah menggumamkan nama tuhan sebelum akhirnya benar-benar menghilang, lenyap dari kamar itu. Sementara ponselnya masih berteriak nyaring, bermaksud membangunkan pemiliknya yang sudah lebih dulu meninggalkan ruangan itu, entah ke mana.

===

Donghae beranjak dari tempat tidurnya yang hangat. Merasa sedikit berat untuk meninggalkan tempat tidur di pagi hari yang sangat dingin seperti ini. Dia memang bukan member super junior yang paling rajin. Mungkin ada beberapa orang yang sudah bangun lalu beranjak keluar baik untuk berbelanja atu hanya berlari-lari di sekitar asrama. Kakinya berjalan dengan berat, masih terlalu lemas untuk menopang badannya. “Aduh! Sial! Ya tuhan. .” dia mengusap kakinya yang sakit karena terantuk kaki meja. Dia membuka mata kecilnya lebar-lebar, tidak mau kejadian yang sama terulang lagi. Itu sangat sakit, pikirnya. Dia mengubah arah jalannya menuju dapur ketika dia pikir secangkir kopi akan membuatnya sedikit lebih segar. Sambil menunggu air yang direbusnya mendidih, dia mengeluarkan ponsel dan memotret secangkir gelas yang berisi kopi bubuk dengan sedikit gula dan susu  di depannya. Lalu membaginya di twitter. “secangkir penuh semangat untuk menerjang dinginnya hari ini. ELF, semangat!” katanya tanpa sadar mengucapkan apa yang ditulisnya di jejaring sosial favoritnya itu. Sesekali dia tersenyum kecil membaca tweet yang bertengger di timeline nya, atau membaca tweet balasan dari fans untuk tweet nya beberapa saat yang lalu. Kemampuan bahasa inggrisnya memang tidak sebagus Siwon. Tapi sedikit banyak dia bisa mengerti apa yang ditulis fans nya yang sebagian besar berasal dari luar korea itu. Dia mengembalikan ponsel ke dalam saku bajunya ketika mendengar suara melengking dari teko merah kecil yang bertengger manis di atas kompor. Memberitahu bahwa air di dalamnya sudah mendidih. Tapi gerakannya terhenti ketika perlahan tangannya memudar dan begitu juga seluruh tubuhnya. Dia terbelalak, tanpa bisa mengatakan sepatah katapun karna tubuhnya menghilang dengan begitu cepat. Ruangan itu menjadi lebih lengang dengan menghilangnya sosok Donghae. Suara dari teko mungil itu tidak berhenti melengking, menuntut sesorang untuk mematikan api kompor, dan segelas penuh semangat untuk menerjang hari yang dingin pun batal tercipta.

===

Kyuhyun menggusak rambutnya dengan kasar. Dia menutupi telinga dengan bantalnya, merasa terganggu dengan suara melengking yang berasal dari dapur, tak jauh dari kamarnya. “ayolah,, aku baru saja benar-benar tertidur.. setidaknya biarkan aku untuk bermimpi sebentaarr saja..” rengeknya entah pada siapa. Merasa lelah karena ternyata tidak ada seorangpun yang berniat menghentikan suara melengking itu, Kyuhyun terduduk dan menegakkan badannya. Matanya yang baru terpejam sekitar 2 jam yang lalu itu masih enggan terbuka dengan sepenuhnya. Kyuhyun mengusap wajahnya perlahan, berharap dengan cara itu bisa mengumpulkan nyawanya yang masih berceceran. Dia melangkah sambil menggumam tidak jelas. Memprotes hyung-hyung nya yang dengan sadis membangunkannya dengan cara seperti ini. Tapi kemudian dia sadar, tidak ada seorang pun di ruang tengah, diapun langsung menuju dapur dan mematikan api kompor yang otomatis menghentikan jeritan teko merah mungil itu. Dia melirik gelas di samping kompor dan langsung tahu siapa yang menyebabkan semua ini. “Donghae pasti lupa dengan gelas kopi nya lagi.” Gumamnya sambil membuka pintu kamar mandi. Hyungnya itu memang sering melupakan seduhan kopi nya, entah karena Eunhyuk yang mengajaknya keluar ataupun karna keasyikan bermain twitter.

Kyuhyun menghidupkan PS3 nya yang disimpan di ruang tengah. Dia tidak bisa tidur lagi setelah mencuci muka dan menyikat gigi nya. Dia pikir sebaiknya dia main lagi saja. Keadaan asrama yang sepi memang membuatnya bosan, tapi dia juga tidak mau repot-repot untuk mencari kemana hyung-hyung nya itu. Kyuhyun main dengan khidmat seperti biasanya. Dia sudah sampai di level 3 ketika dia mendengar suara pintu terbuka dan melihat Eunhyuk yang keluar dari kamar sambil menguap. “kenapa hyung ada di sini? Ku kira kau keluar lagi dengan Donghae.” Kata Kyuhyun di sela-sela pertarungannya yang sengit. “ngg.. Donghae.. Donghae ya,,, itu, dia, hum..” gumam Eunhyuk tidak jelas. Dia terduduk merosot di sofa. Sepertinya masih setengah sadar. “dia melupakan seduhan kopi nya dan membiarkan air yang mendidih begitu saja, suara berisik teko nya membuatku terbangun. Ah, sial!” dia mengumpat ketika hampir saja dia kalah. “aku harus membalasnya lain waktu.” Katanya berapi-api, masih terbayang bagaimana kejamnya suara melengking itu membangunkan tidurnya yang belum benar-benar dimulai. Eunhyuk hanya menanggapinya sekenanya saja, masih sibuk berusaha terlepas dari mimpi indahnya.

“hyung..” gumam Kyuhyun pelan. “hyung,, hyung! Hyung banguun!” suaranya terdengar panik ketika melihat tubuh Eunhyuk. Tubuhnya memudar! Sementara Eunhyuk yang perlahan membuka matanya, terbelalak lebar ketika melihat Kyuhyun yang berada tak jauh darinya. “hyung, tangan dan perut mu menghilang!” serunya dengan wajah panik. “kau juga, babo! Lihat kakimu!” Eunhyuk setengah berteriak. Kyuhyun melihat ke arah kedua kakinya yang terlipat dia atas karpet bulu di lantai. Mulutnya mengaga kaget, dia menatap Eunhyuk yang sekarang sebagian lengannya telah menghilang. Eunhyuk melakukan hal yang sama. Mata mereka mengerjap beberapa kali, lalu mereka menghilang dengan cepat. Bahkan lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan untuk berkedip. Setelah nya, di ruang tengah asrama boyband super junior itu hanya terdengar hentakan musik dari disc game yang dimainkan Kyuhyun. Juga TV 56 inci yang dibiarkan menyala dengan tulisan ‘YOU LOSE’ memenuhi layarnya.

To be continued..

 

Apa sebenarnya yang terjadi? Menurut kalian ke mana mereka menghilang?

Share komen kalian yaaa ^^

Iklan

Gimmie ur comment ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s