[S7T] Difficult Song

From now on, i will post S7T randomly. No chapters or parts. 

Lee Hyera POV

“yak! Sudah ku bilang bukan seperti itu! Jehyun, kau terus mengulang kesalahan di tempat yang sama. Ulangi dari awal lagi!”
Teriakan manajer Kim terdengar lagi dari luar sana. Kami sedang merekam lagu terakhir untuk mini album kami. 5 lagu sudah selesai direkam dalam dua hari ini. Tersisa satu lagu lagi dan masih belum selesai sampai sore seperti ini. Padahal kami sudah merekam sejak tadi pagi. Dan sekarang giliran aku, Jiyoo dan Jehyun. Tapi ternyta tidak mudah. Jehyun sering terjebak di nada-nada rendah semenatara Jiyoo sering kali melupakan liriknya. Begitu juga dengan member lain saat giliran mereka tadi.

Sejak pindah ke asrama seminggu yang lalu, kami selalu fokus mempelajari ke enam lagu yang akan ada dalam mini album kami. Aku sendiri tidak mengerti kenapa lagu ini bisa menjadi sangat sulit. Padahal lima lagu sebelumnya kami tidak menemukan kesulitan yang begitu berarti. Awalnya manajer Kim mencoba sabar terhadap kami, tapi setelah berjam-jam dan hasilnya masih tidak memuaskan, aku rasa wajar jika dia mulai marah.

Ketika giliranku, tidak sengaja aku melirik Harumi eonni yang ada diluar ruang kedap suara ini. Dia menggigit bibir bawahnya dan menatap kosong ke depan. Aku rasa dia sedang berpikir sesuatu, mungkin dia merasa bersalah dan mulai tertekan? Bagaimana ini, apa dia menyalahkan diri nya sebagai leader? Tadi aku tidak sengaja mendengarnya meminta maaf pada manajer karna dia juga melakukan kesalahan saat rekaman dan tidak memberi contoh untuk member yang lain. Tapi kan bukan berarti ini semua salahnya. Apalagi dia harus menciptakan gerakan untuk lagu yg menjadi main title. Aku yakin tugasnya lebih berat. Jadi menurutku tidak seharusnya dia—

“Lee Hyera! Kau sedang memikirkan apa, huh? Fokus dengan liriknya!! Fokuss! Ulangi lagi!” Teriakan manajer menyentakku dengan keras. Aish, kenapa sekarang malah aku yang membuat kesalahan… Jehyun menyenggol lenganku sambil merutuk tidak jelas, sementara Jiyoo hanya menunduk lesu.

“Mian..” ujarku pendek.

#@#

“huwwaahh!!” Jehyun langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai ruang latihan kami begitu sampai dan bersandar ke dinding kaca di belakangnya. Yang lain mengikutinya duduk di lantai. Aku sendiri duduk di samping Jehyun. Aimiko terus meledek Jiyoo, meskipun aku yakin dia juga sama lelahnya dengan kami, karna dari tadi dia hanya menunduk lesu. Woona eonni pun menjadi penengah dan sesekali mengomeli Aimiko. Aku tertawa, dia sudah seperti ibu saja bagi dua orang itu. Sedangkan Hyejin eonni duduk di sudut ruangan dengan menekuk kakinya dan memainkan tali sepatunya. Dia masih saja seperti itu meskipun sudah satu minggu bersama kami. Lalu mataku tidak sengaja menangkap mata Harumi eonni yang mengamatinya dengan alis yang bertaut dan pipi menggembung.

“eonni, kenapa terus melihat Hyejin eonni dengan tatapan seperti itu?” pertanyaanku membuat member lain otomatis menghentikan kegiatannya dan melemparkan pandangannya pada Harumi eonni.

Dia sedikit tersentak ke belakang dan memasang wajah lucunya. “baiklah, sepertinya aku ketauan..”

“apa??! Jangan bilang kalau kau mulai menyukainya??!” teriak Woona eonni.

“bagaimana denganku kalau begitu???!” Jehyun tidak kalah histeris. Ditambah ekspresi sedih yang dibuat-buat.

“kau kan denganku!!” aku menggandeng tangan Jehyun yang duduk di sampingku.

“eeehhh???” kaget Harumi eonni dengan ekspresi kaget yang dibuat-buat. Jiyoo dan Aimiko hanya tertawa melihat tingkah kami.

“kalian kan tidak harus seperti ini juga..” Gumam Hyejin eonni yang sebenarnya bisa terdengar jelas.

“ini namanya lelucon, Hyejin. Kita membutuhkannya di saat-saat seperti ini. kau harus mulai terbiasa dengan ini.” kata Woona eonni disela-sela tawa nya. Kami semua melihat Hyejin eonni dan mengangguk setuju. Sedangkan dia hanya merespon dengan seringaian anehnya seperti biasa.

“jadi seperti ini, memberdeul.. kalian semua lelah bukan, dengan pekerjaan hari ini? Jiyoo? Aimiko? Jehyun? Semuanya?”  Dia menatap kami satu persatu. Dan kami pun mengangguk.

“aku sudah hampir bosan eonni…”

“aku ingin menangis..”

“aku belum pernah menemukan lagu sesulit ini…”

Harumi eonni menjentikkan jarinya. Aku menatapnya penasaran. “itu dia yang ingin ku katakan. Aku kira lagu itu lah yang jadi penyebab kebuntuan kita. Seperti kalian tau, kita semua sudah menyanyikan lagu-lagu sebelumnya dengan baik, bukan? Jadi, pasti ada sesuatu yang salah dengan lagunya.”

“Benarkah? Aku tidak berpikir seperti itu..” aku menggaruk pelipisku pelan. “aku memang sadar kalau lagu ini sulit dan berbeda dengan lagu-lagu yang lainnya. Tapi menurutku, kesalahan-kesalahan yang kita buat tadi murni karna kemampuan kita yang belum maksimal..”

Woona eonni mengangguk. “Benar, Harumi. Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?”

Harumi eonni membenarkan posisi duduknya. “Begini, setiap lagu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, kan? Baik itu lirik maupun nada. Benar?” kami semua mengangguk. “jadi, yang harusnya kita lakukan adalah mengenali nada dan liriknya. Apa kalian pikir nadanya sangat rumit hingga menyulitkan kita?”

“tidak. Nadanya memang tidak terlalu mudah, tapi itu tidak membuat kesulitan sepertinya. Musiknya easy listening.” Woona eonni menjawab kali ini.

“eonni, jujur saja aku agak sedikit kesulitan dengan liriknya. Aku tidak bisa mengingatnya dengan baik.” Jiyoo mengerucutkan bibirnya. Hah, dia sepertinya harus diwaspadai karna bisa menyaingi aegyo ku. Huh.

“bagus. Itu maksudku. Tadi itu kita tidak bernyanyi, kita hanya menghapal liriknya. Kita tidak benar-benar menyanyikannya dengan hati karna kita sendiri tidak mengerti kenapa si penulis lagu menulis lirik yang seperti ini, kita tidak mengerti bagaimana perasaannya saat menulis lagu ini, dan untuk siapa dia menulis lagu ini.”

“pantas saja kau selalu lupa..! hahaha..” Aimiko kembali menggoda Jiyoo.

“apa kalian memperhatikan Hyejin? Dia paling sedikit melakukan kesalahan, aku yakin dia telah mencoba memahami hal-hal yang aku sebutkan tadi. mungkin itu karna di sudah pernah menyanyikan lagu ballad sebelumnya. Yesung oppa mengajarimu, kan?” Harumi eonni menatap Hyejin eonni dengan bersemangat.

“pantas kau memperhatikannya dari tadi.” cibirku.

Hyejin eonni menggeleng. “tidak. Aku memang sudah tau sebelumnya tentang hal ini di sekolah dulu. Ya,, meskipun Yesung-ssi membuatnya sedikit lebih mudah waktu itu..” aih, dia mulai lagi. Kenapa tidak bilang saja iya. Dan, nada sombong dalam ucapannya itu,, aku tidak tahan.

“tapi kenapa dia tetap saja membuat kesalahan? Bukankah dia sudah mengenali lagu ini?” Kata-kata Woona eonni mendapat anggukan dari yang lain.

“itu karna dia tidak menerjemahkan perasaan dalam lagu ini dengan baik. Benar, kan?” Harumi eonni memicingkan matanya ke arah Hyejin eonni. Aku ikut mengalihkan pandanganku.

Hyejin eonni mengangkat bahunya.

“dan itu karna dia memiliki masalah dengan lingkungannya dan tidak responsif, benar? Jadi dia sulit menangkap maksud dari lagu ini, terlebih karna di belum pernah mengalaminya, benar lagi?” Woona eonni menambahkan.

“tidak perlu sejelas itu juga, kan.” Hyejin eonni menggenggam pundaknya. Kami pun tertawa. Dan sekarang aku jadi sadar kalau eonni yang satu ini memang bukannya sombong, dia hanya punya masalah ketika bereaksi dengan orang-orang. Meskipun terkadang itu sedikit menyebalkan.

“lagu ini tentang persahabatan antara anak laki-laki dan perempuan, lalu anak perempuan itu menyukai sahabatnya sendiri dan memendamnya sampai mereka tumbuh besar. Tapi kemudian sahabatnya itu menyukai orang lain, dan dia pun kecewa. Bukankah itu sangat sederhana?” Aimiko memasang wajah bingungnya.

“tapi, kau perhatikan lagi lagunya. Di sana disebutkan perhatian-perhatian yang diberikan anak laki-laki itu. Bukankan sulit untuk berada dalam dua keadaan yang bertentangan sekaligus? Si anak perempuan itu harus menghilangkan perasaanya karna dia sadar kalau laki-laki itu adalah sahabatnya, tapi di lain sisi juga perlakuan anak laki-laki itu membuat usahanya tidak mudah. Jadi dia terus terjebak dan jatuh lebih dalam untuk anak laki-laki itu.” Aku mengatakannya tanpa sadar dan ketika aku mengedarkan pandanganku, mereka semua tengah menatapku seperti tidak percaya. “w..waee??”

“aku tidak percaya kalau yang mengatakan kata-kata barusan itu kau, Hyera-ah..” Jehyun mencebik dan aku menyambutnya dengan cubitan di kakinya. Apa dia baru saja meremehkanku???

“tapi kan anak perempuan itu juga harus sadar bahwa perhatian-perhatian itu hanya sebatas perhatian seorang sahabat saja..” Kali ini Jiyoo.

“itu dia masalahnya. Dia memang sadar akan hal ini, tapi karna perasaannya untuk si anak laki-laki, dia jadi sulit untuk membedakannya dan berharap bahwa itu memang sebuah perlakuan khusus. Dan harapan itu yang menahannya untuk terus menyukai sahabatnya.” Harumi eonni bersandar ke tembok di belakangnya.

“hwhh.. aku benar-benar tidak ada gambaran tentang apa yang harus dilakukan setelah mendengar kata-kata kalian.” Woona eonni memainkan poni rambutnya yang mulai memanjang. Aku berpikir hal yang sama dengannya. Dan sepertinya member lain juga. Kami mencapai kebuntuan baru.

“hm. aku tidak yakin apakah harus mengatakan ini.” Kata Hyejin eonni sambil masih memperhatikan sepatunya.

“kenapa harus tidak yakin??” Kata Jehyun, dengan nada sedikit tinggi.

Hyejin eonni mengangkat kepalanya dan menatap Jehyun tepat di matanya. Aku merasakan aura yang tidak enak. “aku pikir aku akan menjadi tukang pamer yang sombong.” Katanya dengan nada yang rendah, namun terdengar jelas. Aku saja merinding mendengar suaranya.

“k..katakan saja. Itu b..bukan suatu m..masalah.” Jehyun mengalihkan pandangannya acuh. Tapi aku yakin dia juga sama merindingnya denganku. Harumi eonni mengangguk-angguk, mengiyakan.

Hyejin eonni tersenyum. “anak perempuan ini sebenarnya tidak mempunyai teman. Dia kesepian, dan hanya anak laki-laki itu yang menjadi temannya.”

“bagaimana eonni bisa tau?” Tanya Jiyoo

Hyejin eonni menyeringai kecil. “si penulis lagu mengatakannya, meskipun secara implisit. ‘bulan yang membuat malam sedikit lebih terang’. Itu menunjukkan betapa sepi hidupnya, dan hanya satu orang yang menemaninya. Di sini dia menggambarkan malamnya dengan menggunakan bulan, tidak menyebutkan bintang-bintang. Sedangkan kita tau, pada malam hari bukan hanya bulan kan yang membuat malam jadi terang. Dan bulan itu hanya ada satu.”

“hwah.. kau benar.” Harumi eonni mengangguk-angguk. Entahlah, aku merasa cerita ini semakin menarik. Maka dari itu kuputuskan untuk mendengarkan lebih jauh.

“itu yang pertama. Dan kedua, orang yang disukai anak laki-laki adalah teman baru anak perempuan, yang bisa kita sebut penulis lagu ini. dari kata ‘aku melihatnya lagi’.”

“tunggu.” Jehyun menyentuh mulutnya. “Bukankah kata ‘aku melihatnya lagi’ itu ditujukan untuk senyum si laki-laki itu? Itu dikatakan di kalimat selanjutnya, kan?”

Hyejin eonni terlihat akan membuka mulutnya tapi kemudian Aimiko memotongnya. “Aku tau, yang dimaksud kalimat sesudahnya itu bukan senyuman sahabatnya melainkan senyuman si wanita itu yang mampu membuat sahabatnya jatuh hati, dan dia berharap memiliki senyuman seperti itu juga.”

“jadi, kta-kata ‘kuharap bisa memiliki senyuman itu’ bukan menunjuk ke senyuman si laki-laki?” tanyaku pada Hyejin eonni. Dia mengangguk, lalu menggeleng. Hahh.. eonni satu ini sangat hemat suara.

“benar! Tentu saja kalimat ‘aku melihatnya lagi’ bukan ditujukan untuk laki-laki itu. Si penulis pasti sudah sering melihat senyum itu sebelumnya.” Jiyoo tersenyum lebar. Aigoo… aku benar-benar terancam. Haha..

“baiklah, kalian, perasaan menyukai seseorang tapi seseorang itu menyukai orang lain yang dekat denganmu, sampai sini, apa kalian sudah mengerti perasaannya?” Harumi eonni menatap kami satu persatu. Aku terhenyak dan otomatis mengalihkan pandanganku ke Jehyun yang sedang meledek Jiyoo. Tiba-tiba saja bayangan orang itu muncul. Akh, kenapa bisa sangat tepat. Balutan hatiku terbuka sedikit, menyebabkan nyeri yang sudah tak asing lagi.

“aku mengerti eonni,, sangat mengerti..” kataku dengan suara yang pelan, mereka sedang menertawakan Jiyoo, jadi tidak ada yang mendengar kata-kataku tadi. aku tersenyum kecut.

“bagus kalau kau mengerti.” Aku mendongak begitu mendengar suara itu. Hyejin eonni manatapku tenang. “itu artinya penjelasanku tidak sia-sia.” Aku sedikit kaget mendengarnya. Lalu memaksakan tertawa. Seharusnya ini tidak apa-apa mengingat Hyejin eonni bukan tipe orang yang ingin tau dan menggosip di sana sini. Aku yakin dia tidak akan bertanya lebih jauh. Huh, pendengarannya tajam juga. Padahal ruagan ini sedang riuh dengan suara tawa. Apa jangan-jangan dia memang sedang memperhatikanku dan tanpa sengaja membaca gerak bibirku? Dengan cepat aku menoleh ke arahnya. Lagi-lagi sedang memainkan tali sepatu. Ah, tidak mungkin, dia kan sibuk dengan pikirannya sendiri, mana mungkin dia memperhatikanku — “

“baiklah, jika kalian sudah mengerti bagaimana perasaannya, sekarang pikirkan bahwa kalian sudah mengenal dan menyukai laki-laki itu sejak lama dan hanya dia satu-satunya laki-laki yang ada dalam hidup kalian yang sepi.” Kata Harum eonni dengan gaya seperti menghipnotis. Aku sedikit meringis, ada-ada saja tingkahnya. Tapi kata-katanya barusan memang menghipnotis karna tiba-tiba semua orang terdiam dan terlihat sedang berpikir keras, berusaha mendapatkan perasaan yang dimaksud. Dan mau tidak mau aku pun mengikuti mereka.

“itu sangat buruk.”

“menyedihkan.”

“aku tidak tau harus berbuat apa..”

“huwaa.. aku tidak sanggup lagi membayangkannya…”

Aku menepuk dahiku, ini sangat menyedihkan. “siapa sih sebenarnya penulis lagu ini??? kenapa bisa-bisanya menggambarkan perasaan seperti ini???”

“entahlah, aku juga tidak tau.” Harumi eonni mengangkat bahu nya. “mungkin kita harus menanyakannya nanti.” Dia tersenyum.

#@#

“coz you’re the one..”
aku menyelesaikan bagian rap ku yang juga merupakan akhir dari lagu ini. saat aku membuka mata, aku merasa mataku basah. Oh tidak, aku menangis. Aku menengok ke samping dan mendapati Jiyoo dan Jehyun yang tengah melepas headphone nya. Kami menyelesaikannya. Ya, kami menyelesaikannya tanpa interupsi dari manajer Kim atau produser musiknya. Aku melihat ke luar dan mendapati Harumi dan Woona eonni tersenyum lebar sambil bertepuk tangan kecil. Bahkan Hyejin eonni kali ini tersenyum, meskipun sebentar. Aimiko tidak menunduk lesu lagi. Sangat terbalik dari ekspresi-ekspresi mereka sebelumnya.

 

“kerja yang bagus, girls. Meskipun sedikit terlambat, tapi kemampuan kalian hebat. Ekspresi kalian saat menyanyi tadi, hwahh… aku sampai merinding mendengar suara kalian.” Puji produser musik yang entah siapa namanya, aku lupa lagi. Kami membalasnya dengan membungkukkan badan.

“baiklah, sekarang kembali ke ruang latihan kalian. Kita akan mencari koreo untuk lagu utama kalian.” Manajer Kim membukkan pintu studio.

“apa? Tapi ini sudah jam 8 malam, manajer-nim, kami juga sudah bekerja keras hari ini. biarkan kami pulang saja, ne?” Tanya Jehyun dan kami sambut dengan anggukan.

Tapi manajer Kim menggeleng. “kita tidak boleh bergerak lambat. Kalian sudah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyiapkan lagu. Jika malam ini memungkinkan menemukan gerakan, kalian punya waktu 2 hari untuk istirahat sebelum shooting video musik, lalu dilanjutkan dengan peluncuran album, promosi, dan lain lain lainnya.” Banyak waktu apanya?? 6 lagu dalam 3 hari, kurasa itu tidak terlalu lama.

“mwoya…” Keluh Woona eonni setengah merengek.

“manajer Kim, kau yakin akan menyuruhku menari? Apa kau tidak ingat beberapa hari yang lalu seperti apa hasilnya?” Hyejin eonni menautkan alisnya. Ah ya, aku ingat, sekitar dua atau tiga hari yang lalu dia melakukan beberapa gerakan tarian yang dicontohkan Jehyun, dan hasilnya badannya sakit-sakit semua. Sepetinya dia sedikit trauma. Tanpa sadar aku pun tertawa. Ternyata tidak hanya aku, tapi Jiyoo dan Aimiko juga. Sementara Woona dan Harumi eonni terlihat menahan tawa nya dengan susah payah.

“kau hanya belum terbiasa, Hyejin. Itu baru satu kali, kan? Kau akan berhenti di sana saja? Tidak. Kau harus terus mencoba. Okay?? Baiklah sekarang kalian kembali ke ruang latihan kalian karna mungkin beberapa saat lagi koreografer kalian akan datang. Ah ya, Harumi, kau tetap di sini nak.” Kata manajer Kim pajang lebar. Dia ini sangat cerewet. Percayalah.

Kami pun mau tidak mau menurutinya juga. Meskipun sesekali aku mendengar Hyejin eonni menggerutu karna dia berjalan di sampingku.

Kupikir semuanya sudah akan berakhir jika kita menyelesaikan rekaman hari ini. Ternyata rintangan lain siap menunggu untuk dihadapi. Malam ini masih panjang rupanya..

Iklan

3 thoughts on “[S7T] Difficult Song

  1. lazygirl13 Penulis Tulisan

    Yaa… Bisa dibilang begitu -.-‘ musik pengantar tidur. Belajar dari pak imam xD
    Eh engga, kan ceritanya hyejin di londonnya sekolah di sekolah musik, hyun -.-

Gimmie ur comment ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s