A Little Truth [Jieun’s side]

rrPicsArt_1361636583262

Tittle: A Little Truth

Type: Short story

Cast: Kim Myungsoo, Park Jiyeon, Lee Eunji

Summary: “andai saja aku tidak mengetahui kebenaran kecil ini, mungkin aku tidak akan merasa se-bersalah ini padanya..”

“Jieun, di luar ada Myungsoo sunbae-nim. Mungkin dia mencarimu karna dari tadi kulihat dia hanya diam saja di luar..”

Kata salah seorang teman sekelasku yang langsung disambut heboh oleh yang lainnya. Aku hanya menggembungkan pipiku. Mereka memang mengira bahwa ada sesuatu yang khusus antara aku dan Myungsoo sunbae-nim, padahal itu tidak benar-meskipun aku sendiri berharap bahwa itu akan terjadi suatu saat nanti. Dan yang pertama kali mencetuskan ide itu adalah Park Jiyeon. Pada awalnya aku heran kenapa dia bisa berpikir seperti itu-kenapa dia bisa tau. Dan belakangan ini, setelah memikirkannya dengan begitu keras, ah,, aku tahu sekarang. Dia juga menyukainya. Kalau tidak, kenapa dia bisa sepeka itu terhadap reaksiku pada Myungsoo sunbae?

Aku pernah satu kali menanyakan hal ini padanya. Tapi dia dengan entengnya menjawab tidak seolah dia tidak perduli. Padahal saat itu aku melirik tangannya yang mencengkram buku dengan sangat kuat sehingga jari-jari tangannya terlihat putih. Dari sanalah aku mengerti, bagaimana perasaannya. Tapi tetap saja aku tidak pernah tidak bisa untuk tidak menceritakan hal sekecil apapun tentang Myungsoo sunbae dan aku pada Jiyeon. Aku tahu ini akan melukai Jiyeon, tapi mau bagaimana lagi, bukankah sudah jelas bahwa Myungsoo sunbae menyukaiku? (meskipun sering kali dia memberikan respon yang lebi pada Jiyeon jika dibandingkan dengan yang dia berikan padaku)

Tapi sesuatu dalam diriku menolaknya mentah-mentah. Teman macam apa aku ini? Sudah jelas aku tersingkir, kenapa masih terus saja keras kepala?
Aku hanya ingin menunjukkan apa yang aku rasakan untuknya. Bukan hanya Jiyeon, kan, yang memiliki perasaan untuknya? Aku juga punya, dan aku akan berjuang untuk itu.
Dan terkadang pikiran-pikiran seperti ini yang mendorongku untuk bertindak bodoh. Seperti kali ini. Aku melangkah ke luar kelas dan mendapati Myungsoo sunbae sedang berdiri di sana. Dengan gaya enerjik seperti biasanya, aku melangkah lebar-lebar dan berdiri tepat di depannya.

Dia terkesiap dan mengalihkan pandangannya kepadaku. Sepertinya dia kaget karna aku tiba-tiba saja ada di hadapannya. Aku tau dia baru saja menatap sesuatu. Dan aku harap itu bukan Jiyeon. Karna jika itu Jiyeon maka dosa ku pada nya akan terus bertambah.

“Sunbae mencariku? ada apa??”
Dia menyentuh rambutnya terlebih dahulu, “ah,, mm.. aku pikir,, sepertinya aku,, ah, aku lupa lagi. Ya sudah, nanti lagi saja ya..” katanya dengan suara pelan.

Baiklah, Jieun, itu artinya dia memang bukan mencari mu. Aku menelan ludahku, pahit. Tapi kemudian aku memutuskan untuk tertawa saja, mungkin itu reaksi yang lebih normal. Tapi, baru saja aku akan membuka mulutku,,

“Jiyeon-sshi, maaf aku lupa membawa buku mu yang aku temukan di laboratorium kemarin lusa.”

Aku menoleh, di sana ada Jiyeon, tepat di samping kananku. Dia baru saja akan masuk ke kelas. Aku melihat Jiyeon berbalik dengan senyum yang aneh. Aku tau itu sangat dipaksakan. Entah apa yang dia katakan, tapi aku tertarik dengan sesuatu di tangan Myungsoo yang disembunyikan di belakang tubuhnya. Sebuah buku. Buku Jiyeon. Aku sangat tahu itu karena yang menyampul bukunya dengan sampul bergambar bintang hanya Jiyeon saja dan aku semakin yakin dengan tulisan tangan di bagian depan buku itu. Aku sedikit kaget dan meremas tanganku sendiri. Dan ketika aku menoleh, Jiyeon sudah masuk ke dalam kelas.

Kenapa dia bisa bersikap sedingin itu di depan orang yang dia sukai?? Apakah karena aku??

“Sunbae, kau sudah coba ddokbokki di kedai yang baru dibuka di seberang jalan sana itu?” aku berusaha terdengar seceria mungkin, menyembunyikan suaraku yang sedikit tercekat karena sebuah kebenaran yang baru saja aku tau itu.
Aku terus menanyai ini dan itu meskipun Myungsoo sunbae hanya merespon “ya,” “tidak..” “hmm.. mungkin saja..” “bisa jadi..” sampai akhirnya bel masuk berbunyi dan dia pun bilang akan kembali ke kelasnya.

Ini berakhir mengecewakan. Tapi tidak apa-apa. Aku harus terus mencoba meskipun aku hanya punya peluang sebesar lubang jarum.

Aku berbalik ke arah pintu kelas dan mendapati Jiyeon yang tengah menulis di buku catatannya. Haruskah aku menjadi seperti dia agar Myungsoo sunbae tertarik? atau mungkin hanya sekedar menatapku, itu sudah cukup.

Andai saja aku tidak mengetahui kebenaran kecil ini, mungkin aku tidak akan merasa se-bersalah ini pada nya..

Kenapa tiba-tiba saja aku merasa seperti menjadi seorang tokoh antagonis di sebuah drama??

Aku merasa seperti orang gila,,

Iklan

3 thoughts on “A Little Truth [Jieun’s side]

  1. Ping balik: Smile, with the sinking sun | Fe's little note

Gimmie ur comment ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s