Finally They Meet (before ‘sweet seven teen story’)

Summary: “..seperti daun kering di musim gugur yang tertiup angin, tidak mempunyai arah dan tujuan. Hanya mengikuti kemana angin itu meniupnya..”

and here I am.. with the big regret in my life..”

Hyejin menyelesaikan part terakhirnya.Tepuk tangan penonton terdengar sangat riuh.Hyejin membungkuk kecil, lalu meninggalkan stage.

“tolong ambilkan tasku. Aku ingin segera ganti baju. tidak nyaman memakai baju macam ini.” Katanya pada salah seorang staf.Sepeninggal staf itu, Hyejin langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa di ruang tunggu artis yang dipenuhi oleh meja rias itu.Seseorang menepuk pundaknya, lalu duduk disampingnya.

“kau bernyanyi dengan sangat baik. Padahal ini kali pertama kau tampil Live.chukkae! Haruskah kita rayakan?” Tanya Yesung. Ya, orang yang menepuk pundaknya tadi adalah yesung.

“terima kasih. Tapi sepertinya tidak perlu di rayakan.” Jawab Hyejin singkat.

“oh.. ya sudah kalau begitu. Terserahmu saja.”

“tapi kenapa kau disini? Bukankah kau sedang sibuk?”

“aku ingin menyaksikan debut mu.”

“ada-ada saja..” Hyejin menggeleng kecil.

“nona Hyejin, ini tas mu.” Staf tadi kembali dan menyodorkan sebuah tas ransel pada Hyejin.

“gomawo.” Hyejin mengambil tas nya.

“kembali lah, sunbae. Mungkin mereka menunggumu.” Hyejin menatap Yesung.

“khajja! Kau juga mau ke kantor, kan? Kita pergi bersama kalau begitu.”

“tidak, sunbae. Aku ada urusan sebentar.”

“tapi tadi so man menyuruhku untuk sekalian menjemputmu. Katanya dia minta maaf, staff SM yang lain sedang sangat sibuk jadi tidak bisa menemanimu.”

“kembali saja..”

Sesaat Yesung terdiam.Menatap dalam mata sendu di hadapannya.Sorot mata yang tidak pernah berubah semenjak mereka bertemu.Dia menghela nafas. “arrasseo. Tapi kau harus janji, kau akan baik-baik saja.” Yesung mengangkat jari telunjuknya.Hyejin hanya mengangguk.Ditatapnya punggung Yesung yang makin lama makin menjauh.

 

Park Hye Jin, yang terlahir dengan nama Emily Park, seorang artis baru SM entertainment yang baru saja merilis digital single digital pertaanya. Tidak seperti kebanyakan artis SM lainnya, Hyejin tidak menjalani masa trainee. Seorang pencari bakat SM menemukannya ketika ia tengah menyanyi disebuah café. Dia setuju untuk menjadi artis SM karna menurutnya, itu akan menghilangkan ingatannya tentang masa lalunya yang kelam. Juga untuk mewujudkan mimpi ibunya sewaktu masih hidup, yaitu menjadi seorang penyanyi. Hyejin debut membawakan lagu ‘the regret’ ciptaan Yesung. Jadi selama masa pre-debutnya yang terbilang singkat, dia banyak menghabiskan waktunya berlatih bersama Yesung.Sebenarnya banyak dari trainee SM yang mencibirnya karna merasa tidak adil.Mereka sudah di trainee selama bertahun-tahun dan belum debut juga, sedangkan Hyejin yang baru bergabung di perusahaan sudah langsung debut. Tapi, bukan Hyejin namanya kalau memusingkan omongan orang lain.

 

 

Sore itu, Hyejin memasuki kantor SM yang terlihat lengang. Setelah penampilan pertamanya dua hari yang lalu, belum ada pekerjaan lagi. Mungkin SM sedang sibuk dengan artis lain sehingga sementara menolak pekerjaan untuk Hyejin. Tapi anehnya, tadi mereka meminta Hyejin untuk datang. Entah untuk apa.

“itu hyejin..” bisik seorang perempuan yang memakai hoodie bertuliskan ‘shinee’ pada teman disampingnya. Hyejin berusaha menghiraukan dan duduk di sofa lobby.

“beruntung sekali dia ya. memang sih, suaranya bagus. Tapi tetap saja terasa sangat tidak adil.” Kali ini perempuan yang memakai T-shirt kuning yang bicara.

“hmm.. kau benar. Tapi sudah lah,, toh sebentar lagi juga kita akan debut.” Perempuan berhoodie ‘shinee’ mengalihkan pembicaraan dan mereka berdua pun asik berbincang.

Hyejin menatap lekat layar datar di tangannya.Dari tadi Kim manager belum menghubungi lagi.Dia hanya menyuruh Hyejin untuk menunggu di lobby.

Handphone perempuan ber T-shirt kuning berdering. “ne, Kim ahjussi? Oh, semuanya sudah berkumpul? Ne, kami segera ke sana. Ne.” dua perempuan itu pun berlalu dan menghilang menuju lift.

Beberapa lama, 1 pesan masuk ke Handphone Hyejin.

From: Manager Kim

Cepat ke lantai 4. Rapat akan segera dimulai. Maaf membuatmu menunggu lama.

Hyejin beranjak menuju lift, di tekannya angka 4. Beberapa lama..pintu lift pun terbuka. Hyejin hendak melangkahkan kakinya keluar lift, namun dia menabrak seseorang yang hendak masuk.

“ah.. mianhamnida..” laki-laki itu sedikit menunduk. Hyejin hanya mengangguk kecil. “omo. Kau Hyejin, kan? Aku Jungmo, sunbae mu dari grup band TRAX. Aku sering melihatmu berlatih diruang vocal.Tapi aku tidak berani menyapa mu.”Jungmo menggaruk pipinya pelan.Hyejin tersenyum kecil. “oh ya! Debut mu kemarin itu sungguh hebat! Aku menontonnya, ya,, meskipun dari televise. Hehe..ah ya! Jay menungguku dibawah. Annyeong Hyejin. Senang bisa bertemu denganmu.”Jungmo buru-buru masuk kedalam lift.Wajahnya terlihat sangat gugup sekali. Hyejin hanya menggeleng kecil dan berjalan memasuki ruang rapat yang terletak tidak jauh dari lift di lantai 4.

Begitu Hyejin masuk, semua orang didalam langsung melihatnya.Jelas saja, dia sudah terlambat 10 menit.

“maaf aku terlambat.” Ujarnya singkat, lalu duduk di kursi paling ujung sebelah kanan yang 5 kursinya sudah terisi oleh staff SM. Sementara deret Kiri terisi oleh 6 orang perempuan. Dan rupanya, dua orang perempuan di lobby tadi juga ada di sana.

“tidak apa-apa. Rapatnya juga belum lama dimulai. Ok, Hyejin, perkenalkan, 6 orang didepanmu adalah teman satu grupmu nanti.” Kata manager Kim.

“mwo? Teman satu grup?Bukankah kita akan debut dengan 5 member saja, ahjussi?” perempuan yang memakai kemeja bicara.

“bagaimana bisa?? Kupikir aimiko akan jadi member baru TRAX.” Perampuan ber hoodie shinee mencibir, dan langsung sukses mendapat senggolan dari disebelahnya.

“sudah kubilang aku tidak pernah berminat bergabung dengan TRAX!” perempuan berwajah jepang itu memasang tampang cemberut.

“lagi pula kenapa dia bergabung dengan kita? Bukankah dia sudah Debut??” perempuan yang memakai topi hitam melirik Hyejin yang duduk tepat didepannya.Perempuan bertopi Pink dan seorang yang ber T-shirt kuning mengangguk setuju dengan perempuan yang tampak tomboy itu.

Hyejin melengos. “Kim Manager, bukankah dari awal aku sudah bilang bahwa aku tidak ingin bergabung dengan girl grup manapun?”

Manager Kim menghela napas. “Harumi..”Manager Kim menghadap perempuan yang memakai kemeja, ternyata bernama Harumi itu. “keputusan perusahaan bisa berubah kapanpun. Ini semua sudah di pertimbangkan sedemikian rupa.”

Harumi terdiam, memusatkan penglihatannya pada layar handphone nya.

“Jiyoo, berhenti bicara seperti itu. Jika ucapanmu terdengar media, mungkin semuanya bisa gawat.” Manager Kim menatap dua orang disamping Harumi yang tadi saling sikut.Mereka hanya bisa mengangguk lemah. “kau juga, Jehyun, Hyera, dan Woona, berhenti bersikap sinis seperti itu. Memangnya kalau Hyejin sudah debut dia jadi tidak boleh bergabung dengan kalian?Tidak, kan?” perempuan ber topi hitam yang ternyata bernama jehyun itu hendak membuka mulutnya, tapi terpotong oleh salah satu staff SM. “sudah jangan buang waktu lagi. Manager Kim, seharusnya kau jangan dengarkan. Ayo cepat mulai saja pembicaraannya.” Staff yang memakai kacamata menambahkan “seharusnya kalian saling akur. Sebentar lagi kalian akan berada dalam satu grup, kalian membutuhkan kekompakan.” Perdebatanpun selesai dan dimulai lah pembicaraan yang cukup serius.

“Jajaran staff SM sudah mengadakan rapat mengenai debutnya girlband kalian. Cukup banyak kesulitan yang kami hadapi dalam memutuskan, tapi karna CEO dan So Man sajangnim yang bersikeras ingin mengorbitkan grup baru dengan ciri berbeda, akhirnya seluruh staff pun setuju.” Kata Kim manager.

“namun sampai sekarang belum ada konsep yang kami rasa pas untuk kalian. CEO dan So Man bilang, kalian harus diberi waktu untuk saling mengakrabkan diri kalian masing-masing. Maka dari itu, kami memberi tau kalian duluan sebelum konsep ditemukan agar kalian bisa saling dekat dulu.” Staff berkaca mata melanjutkan.

“ini tujuan sebenarnya kami di kumpulkan? Hah..never mind.” Jehyun mencibir.Hyera menepuk tangannya pelan. “sudahlah, kau diam saja.”

“baiklah, sampai disini saja kurasa. Kalian boleh kembali ke aktifitas kalian.Terimakasih atas waktunya.”

 

^%^

 

 

“hey! Melamun saja.” Yesung menepuk bahuh Hyejin dan duduk di sampingnya.Halaman belakang gedung SM sangat sepi.Tentu saja karna ini sudah lebih dari tengah malam.

Hyejin menggeser duduknya. “kau selalu senang mengagetkanku.”

“ku dengar kau akan menjadi anggota grup. Benarkah?”

“iya.. kupikir itu akan sangat menyebalkan.”

“tidak seperti itu. Berada di dalam grup lebih menyenangkan daripada menjadi solois.”

“aku lebih terbiasa sendiri.”

“terbiasa sendiri? Bagaimana bisa? Meskipun kau tidak punya teman, tapi kan masih orangtuan. Haha”

Hyejin menatap lurus kedepan. “kedua orangtuaku sudah meninggal.”

Yesung berhenti tertawa dan menatap Hyejin penuh dengan penyesalan. “maafkan aku.. aku tidak tau kal—“

Hyejin memotong ucapannya. “ibuku meninggal saat aku berumur 8 tahun. Ayah membawaku pergi ke rumah kakaknya diLondon. Kami tinggal bersama di sana selama dua tahun. Waktu itu ayah bilang ingin kembali ke korea untuk beberapa hari karna masalah bisnis. Tapi saat di korea dia mengalami kecelakaan tragis dan meninggal.”Hyejin tersenyum getir. Air matanya mendesak untuk keluar, namun ia bersumpah tidak akan pernah menangis lagi. Entah kenapa dia bisa menceritakan semuanya pada Yesung.Yesung menatapnya segan.Dia bisa merasakan betapa sedihnya Hyejin dari setiap kata yang keluar dari mulutnya. “aku tinggal di london bersama bibiku itu. 7 tahun berlalu dengan cepat dan aku sudah merasa sangat lelah.Aku selalu hidup dalam bayangan mereka berdua dan selalu mendapat tekanan dari teman-teman sekolahku. Ini..ini sangat sulit bagiku. Setelah menyelesaikan sekolahku, aku memutuskan untuk menghapus bayang-bayang Ayah dan Ibu. Aku bilang pada bibiku bahwa aku ingin sekolah di Amerika, dia pun mengizinkan dan memilihkan universitas yang menyediakan fasilitas asrama. Namun setelah di Amerika,, aku melarikan diri dari asrama dan pergi kemanapun aku mau, tanpa sepengetahuan bibi.” Hyejin menunduk dalam.

“dan, sampai sekarang bibi mu belum tau kau ada disini?” Tanya Yesung hati-hati.Hyejin mendongak dan menggeleng lemah.

“aku tidak ingin dia tau. Dia terlalu banyak berkorban untukku.Aku tau dia menyayangiku, bahkan sampai sekarang dia masih mengirim uang ke rekeningku. Tapi, aku tidak ingin merepotkannya lagi.” Hyejin menyeringai. “aku selalu takut tiap kali membayangkan bagaimana cara ayah meninggal. Terlindas alat berat,, kupikir itu sangat menyakitkan.” TES setitik air bening itu gagal tertahan.Hyejin menyekanya dengan cepat.

Yesung menegang.Otaknya ribuan kali mencerna perkataan Hyejin. “t..terlindas alat berat?”

Hyejin mengangguk. “kenapa?”

“ap..apakah ayahmu bernama,, Anan Park?” Tanya Yesung lagi dengan suara bergetar.Hyejin menatap Yesung dengan pandangan bingungnya.

“kau kenapa?”

“apa ayahmu bernama Anan Park? Jawab..”

“kenapa kau pucat seperti itu?”

“jawab saja!!” yesung berteriak.

Hyejin semakin mengerutkan keningnya.Pria baik hati dan pengertian yang selama ini dia kenal, kenapa berubah menjadi seperti ini?Bukan kenapa Yesung membentaknya yang ingin dia tau.Tapi kenapa sosok menyenangkan itu  seolah hilang?

Yesung menopang dagunya dengan kedua tangannya.Tatapannya lurus kedepan. Entah sedang melihat apa. “beberapa tahun yang lalu.. ayah mengantarku ke seoul dengan mobilnya setelah berlibur di cheonan untuk beberapa hari. Saat itu hampir tengah malam. Di dekat kota seoul sedang ada perbaikan jalan. Saat itu adikku menelpon dan ingin bicara dengan Ayah, saat ayah mengambil telpon genggam yang kuberikan, bagian depan mobil kami menyenggol seseorang yang sedang berdiri di pinggir jalan. Karna terdorong oleh mobil kami, orang itu limbung dan terjatuh di atas aspal panas yang siap di lindas oleh alat berat. Dan—“

“cukup.” Pelan Hyejin. Yesung berhenti bicara dan menatap Hyejin lekat.“14 april..?” lirih Hyejin.Air matanya tidak berhenti mengalir. Satu anggukan kecil dari Yesung membuat wajah Hyejin semakin merah. Dia menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan isakan yang akan keluar. “tidak ku sangka dunia ini sungguh sempit. Orang yang selama ini ingin sekali aku bunuh ternyata sudah ada di depanku. Orang yang membuatku menjadi seperti ini, seperti mayat hidup. Seperti daun kering yang tertiup angin, tidak mempunyai arah dan tujuan. Hanya mengikuti kemana angin itu meniupnya.” Kata hyejin dengan suara tertahan.Tenggorokannya serasa terganjal oleh batu besar.

“Hyejin, aku tau aku salah, tapi bisakah kau memberikan maaf untukku? Dan untuk ayahku? Aku sangat menyesal dengan kejadian itu.Itu adalah penyesalan terbesar dalam hidupku.”

“dan setelah kalian membunuh ayahku, kalian bebas berkeliaran dimana saja, sementara aku menderita bahkan hampir gila? Dan kasus itu di tutup begitu saja dan di umumkan hanya sebagai kecelakaan kerja dan kalian bebas dari jeratan hukum? DIMANA KEADILAN UNTUKKU??!” teriak Hyejin.Tangisannya semakin kencang.

“Hyejin kumohon..kau boleh membenciku, kau boleh menuntutku kepengadilan, tapi kumohon jangan menangis seperti ini. Kita bisa membicarakannya dengan baik-baik.” Yesung menatap Hyejin dengan tatapan memelasnya.

Hyejin hanya diam. Menggertakkan giginya.Menatap Yesung geram.Hatinya sakit. Dia pikir Yesung adalah malaikat yang dikirim Ibu dan Ayahnya untuk menjaganya. Tapi nyatanya dia adalah pembuhuh ayahnya.S akit.Sakit sekali.

Hyejin bangkit dari duduknya, dan berbalik meninggalkan Yesung. Dihiraukannya suara Yesung yang memanggil-manggil namanya. Tapi dihiraukannya begitu saja.Mungkin matanya tidak lagi menangis, tapi jauh di dalam hatinya, dia menangis keras. Merasa sangat bodoh dan merasa paling malang. Merasa paling bodoh karna telah menganggap Yesung berbeda dengan pria lain.

‘Semua itu salah!! Semua yang terjadi selama ini salah! Tidak ada sosok menyenangkan yang baik hati. Tidak ada tawa renyah yang tulus. Tidak ada si jenius musik. Yang ada hanya seorang pembunuh dengan dosa besar!’ pekiknya dalam hati. Tidak, dia yang telah salah. Dia telah salah menatap pembunuh berdosa besar itu. Hanya dia yang salah..

 

 

 

 

FINISH

Ini masih ada lanjutannya ya… cuman dalam judul yang lain.

thank you for reading.. and ensure you comment this posting.

aku ga akan pernah bosen minta komen karna aku masih banyak kekurangan dalam menulis dan butuh saran sebanyak-banyaknya agar  bisa menghasilkan karya yang lebih memuaskan lagi.

PROMOTION

Sweet Seven Teen Story

coming soon…

Iklan

5 thoughts on “Finally They Meet (before ‘sweet seven teen story’)

Gimmie ur comment ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s